News Update

5 Hal yang Harus Dihindari Saat Desain Kemasan Produk

  • 3 Agustus 2020

Desain menjadi komponen penting dalam sebuah kemasan produk. Sebuah desain memiliki pengaruh yang sangat luar biasa dalam membangun brand, menjadi identitas, hingga memberikan ciri khas untuk produk. Cetak plastik kemasan dengan menggunakan desain yang menarik adalah sebuah kewajiban bagi seluruh produsen. Namun, tahukah Anda bahwa ada hal-hal yang perlu dihindari saat mendesain kemasan?

Membuat sebuah desain untuk kemudian dicetak adalah hal yang tidak mudah. Perlu ketelitian dan rasa seni yang tinggi untuk menghasilkan desain kemasan yang berkualitas. Ada banyak komponen yang perlu dikombinasikan dengan sangat baik dan setiap komponen memiliki tingkat kerumitannya tersendiri.

Belum lagi kalau kita harus membangun identitas yang ingin ditonjolkan dan diberi informasi lebih. Perkara memberikan informasi produk yang jelas juga tidak boleh luput dari sebuah desain kemasan produk. Dalam ruang kemasan yang cukup terbatas, Anda perlu pintar dalam mengolah dan menggabungkan semua hal yang diperlukan produk.

Dalam dunia desain, ada cukup banyak hal yang tidak boleh dilakukan karena akan mengganggu estetika atau bahkan melanggar hak cipta. Terlebih untuk sebuah kemasan produk, Anda tidak bisa hanya menempelkan desain sesuai dengan kehendak Anda tanpa mempertimbangkan hak cipta atau efektivitasnya di mata pembaca.

Pentingnya desain pada produk

Sebelum menjelaskan secara lebih jauh terkait hal-hal yang harus dihindari pada desain produk, Anda perlu tahu lebih dalam mengenai pentingnya desain pada produk. Selama ini mungkin Anda sudah memiliki desain produk yang dicetak dalam sebuah stiker mini. Namun, apakah cara tersebut efektif untuk memberikan informasi mengenai produk Anda ke konsumen?

Ketika Anda hanya menggunakan stiker berukuran kecil atau kemasan sablon yang sejatinya diharapkan bisa menjadi desain produk, kenyataannya justru kemasan hanya akan berisi logo produk Anda. Ukuran yang kecil pada stiker hanya cukup untuk memuat logo produk dan tidak bisa mencakup informasi lainnya. Padahal informasi pada sebuah kemasan produk akan membantu konsumen mengidentifikasi produk Anda dengan mudah.  

Lain halnya dengan sebuah kemasan fleksibel yang dicetak full color CMYK di seluruh permukaan kemasan. Karena dicetak pada ukuran yang cukup lebar, Anda bisa mengeksplorasi desain kemasan dan menambahkan informasi produk yang perlu untuk dimasukkan ke dalam kemasan. Misalnya seperti kandungan nilai gizi, cara penyajian, info allergen, dan sebagainya.

Dalam hal ini, desain kemasan produk sejatinya memegang ujung tombak sebagai hal yang bisa menarik perhatian dan minat beli konsumen. Rasa dan kualitas mungkin jadi faktor utama banyak pembeli jatuh cinta dengan produk Anda, namun jangan salah dengan performa desain kemasan. Desain kemasan bisa sangat ampuh dalam menggaet pembeli pertama yang belum pernah mencoba produk Anda sama sekali.

Desain pun menjadi identitas produk yang sangat vital. Sebagai sebuah identitas produk, desain dan komponen yang ada di kemasan bisa membuat konsumen Anda mudah mengingat produk. Sehingga ketika konsumen ingin melakukan pembelian ulang, konsumen mudah mengingat produk Anda dengan mudah melalui nama produk dan desain unik yang ada.

Sebuah desain pun bisa menjadi pembeda dari produk sejenis yang menjual hal serupa dengan yang Anda jual. Sebagai contoh, dimsum pasti sudah ada sangat banyak di pasaran namun bagaimana sebuah bisnis bisa memberikan pembeda antara dimsum miliknya dengan produk dimsum lainnya?

Jawabannya bisa didapat dengan menggunakan desain unik dengan paduan warna dan gambar yang setara untuk menunjukkan keunikan produk Anda. Dengan kombinasi warna yang beragam, Anda bisa mengekespresikan desain yang sesuai dengan kreasi.

Tapi, walaupun Anda bisa mengkreasikan desain kemasan yang sesuai dengan ide kreatif Anda, Anda juga perlu untuk memperhatikan beberapa hal yang perlu dihindari saat mendesain produk. Simak penjelasannya di bawah ini.

1. Tidak memerhatikan garis tepi

Dalam sebuah desain, ada cukup banyak yang perlu diperhatikan terlebih jika berbicara soal desain kemasan. Pasalnya, sebuah desain kemasan akan dicetak di atas sebuah plastik film dan desain harus sesuai dengan ukuran plastik film. Di sinilah letak kesalahan paling banyak terjadi.

Kebanyakan desain justru menjadi rusak dan tidak terlihat bagus ketika selama pengerjaan Anda tidak memerhatikan garis tepi atau batas-batas tertentu. Walau bisa dicetak di seluruh permukaan, kemasan full color CMYK juga perlu untuk memerhatikan batas atau garis yang tidak boleh dilewati pada desain. Biasanya garis tepi tersebut ada di bagian kiri, kanan, atas, dan bawah desain kemasan.

Pembatas tersebut harus diperhatikan karena jika Anda mendesain sebuah kemasan dan melewati garis tepi tersebut, bisa dipastikan kemasan yang dicetak akan rusak karena tidak presisi.

2. Menggunakan gambar ilegal

Membuat desain kemasan yang terlihat menarik, memberikan informasi, menggugah selera, namun tetap sederhana dan enak dipandang mata memang sulit. Menyatukan elemen foto/gambar, dengan warna dan berbagai elemen pendukung lain pun cukup rumit.

Berbicara mengenai gambar atau foto yang digunakan pada kemasan, hal ini sebenarnya bisa sangat membantu konsumen mendapatkan gambaran produk secara visual. Namun persoalan selanjutnya adalah, tidak semua produk bisa difoto dengan sangat bagus. Misalnya seperti produk makanan yang kadang bisa sangat sulit untuk terlihat estetika.

Beberapa produsen mungkin akan memilih mengambil foto atau gambar yang sesuai dengan produknya di mesin pencari seperti Google. Tapi, hal ini sebenarnya perlu dihindari karena gambar yang ada di Google sebenarnya memiliki hak cipta.

Walau bisa diambil secara gratis, persoalan mengambil foto di Google bisa berbuntut panjang. Apalagi jika Anda menggunakan foto tersebut untuk keperluan bisnis. Sebelum persoalan yang lebih jauh terjadi, Anda perlu untuk menghindari penggunaan gambar/foto yang diambil dari sumber terbuka seperti sosial media, mesin pencari, dan komunitas.

3. Foto tidak berkualitas tinggi

Selain mengambil foto dari sumber terbuka, masalah lain yang sering menghambat desain Anda terlihat menunjang adalah kualitas foto atau gambar yang sangat rendah. Hal ini terlihat remeh, tapi sebenarnya memegang kendali yang sangat penting. Ketika dilihat di ponsel atau laptop, boleh jadi foto yang ada terlihat bagus namun Anda perlu memastikan jika gambar tersebut juga akan bagus ketika dicetak.

Baca juga : Bagaimana Ya Cara Kerja Mesin Cetak Kemasan Digital?

Sering sekali para produsen menggunakan gambar yang berkualitas rendah dan terlihat pecah-pecah. Cara tersebut sebenarnya perlu dihindari karena akan merusak kualitas kemasan. Menggunakan gambar yang pecah akan membuat hasil cetak sangat buruk. Akibatnya adalah kemasan yang Anda miliki justru tidak bisa memiliki nilai jual.

Untuk menghasilkan foto yang berkualitas tinggi, Anda bisa melakukan beberapa cara misalnya mengatur pencahayaan selama proses pemotretan produk. Terkait dengan produk makanan yang cukup sulit untuk dipotret dan dimunculkan estetikanya, Anda bisa mencoba beberapa cara unik. Saat ini ada cukup banyak tips dan trik yang dibagikan di platform tertentu sesuai dengan produk makanan yang ingin difoto.

4. Menggunakan warna yang terlalu lembut

Mengapa menggunakan warna yang terlalu lembut tidak begitu disarankan pada desain kemasan produk? Hal ini dikhawatirkan warna kemasan yang ada justru tidak kelihatan karena menggunakan tone warna yang lembut seperti warna-warna pastel. Jika brand Anda memang memiliki identitas yang cocok dengan warna pastel, maka coba kombinasikan warna pastel dengan warna yang agak cerah.

Seperti yang kita tahu, warna tidak hanya terdiri dari merah, kuning, biru, hijau, hitam, dsb. Ada begitu banyak warna yang ada di dunia. Bahkan setiap warna memiliki arti dan reaksi psikologis bagi orang yang melihatnya. Jika ingin mendapatkan hasil yang maksimal, sebaiknya pilih warna dengan tone yang cerah dan hindari warna pastel.

5. Typography yang sulit dibaca

Pemilihan font tulisan pada desain kemasan menjadi komponen lain yang perlu diperhatikan. Tipografi menjadi hal yang tidak mungkin untuk tidak digunakan pada sebuah desain terlebih desain kemasan produk. Keberadaan tulisan pada desain kemasan akan membantu konsumen mengetahui informasi yang diperlukan seputar produk Anda.

Tulisan juga pasti akan digunakan pada nama produk yang diletakkan pada posisi strategis di sebuah kemasan. Namun, walau menjadi inti yang sangat penting, masih ada saja yang menggunakan pilihan typeface yang sulit untuk dibaca. Misalnya dengan menggabungkan huruf dengan angka atau tanda baca lain.

Pada dasarnya, tulisan yang ada di kemasan produk Anda sebaiknya dibuat dalam bentuk yang sederhana dan mudah dibaca. Hal tersebut adalah hal yang baik daripada menggunakan typeface yang sulit dibaca. Selain sulit dibaca, penggunaan tipografi yang sulit juga akan membuat pembaca atau calon konsumen Anda kesulitan mengetahui produk yang Anda jual.

Berita Lainnya

Open chat
1
Kemasan apa yang kakak butuhkan hari ini? 😊