Sobat Flexy, memulai usaha bukan hal yang mudah. Terutama saat berbisnis kuliner, yang menjadi impian besar banyak orang. Tentu terlihat menarik, kuliner menjadi salah satu kebutuhan yang terus berulang bagi setiap masyarakat. Faktanya, di balik ramainya dunia kuliner, persaingan juga semakin ketat.
Banyak bisnis kuliner yang bermunculan, tetapi tak sedikit yang tumbang di tengah jalan. Dalam kasus ini, yang menjadi penyebab utama adalah konsep yang kurang matang sejak awal. Oleh karena itu, bukan ide jualan atau menu yang kamu tawarkan tetapi konsep yang menjadi pondasi untuk menentukan arah bisnismu.
Artinya, peluang bisnis kuliner masih terbuka, tetapi rasa yang enak saja tidak cukup. Produk yang kamu jual sesuai dengan pasar, harga yang sehat, pelanggan mudah membelinya, hingga alasan mengapa pelanggan perlu kembali.
Daftar Isi
Apakah Berbisnis Kuliner Menjanjikan?
Sobat Flexy, kuliner tentu memiliki peluang karena konsumsi makanan dan minuman bersifat primer. Akan tetapi, peningkatan persaingan membuat pelaku usaha harus bisa membaca pasar. Pada dasarnya, bisnis yang kuat memiliki kombinasi antara kebutuhan, target konsumen, hingga margin yang masuk akal.
Seperti menentukan konsep bisnis kuliner, memiliki gambaran bagaimana sebuah kuliner dapat berjalan. Untuk memulai ide utama bisnis, tentu perlu mengetahui jenis produk, target pasar, hingga strategi operasional dan pemasaran. Dalam tabel berikut akan menjelaskan alasan konsep berbisnis dan elemen yang menguntungkan dalam memulai usaha:
| Elemen Konsep Bisnis | Pengertian | Contoh |
| Ide dan Jenis Produk | Menentukan jenis makanan atau minuman yang akan dijual sesuai dengan konsep bisnis dan kebutuhan pasar. | Makanan berat, camilan, minuman, dan comfort food. |
| Target Pasar | Cari tahu tentang calon konsumen berdasarkan karakteristik. | Mahasiswa, pekerja, atau keluarga. |
| Unique Selling Proposition | Tentukan keunggulan produk dari kompetitor. | Cita rasa khas, harga, hingga kemasan unik. |
| Model Bisnis | Cara menawarkan dan menjual produk kepada konsumen. | Dine-in, take-away, dan pre-order. |
| Strategi Pemasaran | Proses memperkenalkan produk dan membangun brand awareness. | Promosi media sosial, influencer, dan program diskon. |
| Operasional Bisnis | Mengatur proses bisnis agar dari produksi dan produk di tangah konsumen. | Proses produksi, pengemasan, dan distribusi. |
Apa yang Harus Dipersiapkan Sebelum Berbisnis Kuliner?
Sobat Flexy, untuk memulai usaha kuliner yang sukses terutama bagi pemula perlu mengetahui beberapa langkah terencana. Maka dari itu, berikut beberapa hal yang harus kamu persiapkan sebelum memulai bisnis kuliner:
1. Menyusun Rencana Bisnis yang Mantang
Rencana bisnis menjadi petunjuk jalan bagi usaha kuliner. Menyusun rencana ini bisa menilai kelayakan ide, menghitung modal, hingga menentukan target penjualan. Jika dari awal sudah memiliki rencana yang jelas akan membantu pelaku usaha menjaga fokus saat operasional mulai sibuk. Bagi pelaku usaha mulai tentukan struktur operasional dan KPI awal bisnis.
2. Riset Pasar dan Kompetitor
Melakukan riset pasar dapat membantu pelaku usaha memahami tren, harga, dan standar pelayanan. Amati kompetitor dengan melihat keunggulan, kelemahan, dan strategi promosi yang mereka pakai.
3. Tentukan Produk Signature
Strategi yang tepat tentu masih kurang jika pelaku usaha tidak memiliki produk unggulan. Setiap bisnis kuliner tentu memiliki menu signature dengan penjualan yang konsisten. Sebelum menentukan produk signature, lakukan food testing skala kecil sebelum produksi massal. Catat resep menu signature dan lakukan R&D produk tersebut.
4. Optimalkan Media Sosial
Jika ingin pelanggan cepat mengenali bisnismu, promosi yang konsisten merupakan jawabannya. Dengan memanfaatkan platform media sosial akan memperluas jangkauan. Misalnya mengunggah visual produk, memadukan cita cerita dengan rasa, hingga testimoni dari pelanggan. Untuk membangun branding di media social, berikan informasi mengenai bisnis, link pemesanan, dan highlight menu.
5. Bangun Operasional dan SOP Jelas
Bagi pelaku usaha yang baru memulai bisnis mungkin lupa tentang kedua hal ini. Kualitas rasa dan pelayanan harus seimbang dan stabil setiap harinya. Adanya SOP, akan membantu semua orang bekerja sesuai dengan standar yang sama.
6. Tentukan Lokasi
Lokasi bisnis yang strategi menjadi poin penting dan dapat meningkatkan peluang penjualan. Akan tetapi, model tanpa toko fisik atau cloud kitchen juga efektif bagi pemula. Jika ingin menentukan lokasi bisnis, pastikan pilih lokasi yang strategis dan akses yang mudah. Tak hanya itu, pertimbangkan juga harga sewa, listrik/air, dan izin sekitar.
7. Lakukan Legalitas dan keamanan Pangan
Kedua hal ini tentu akan menjadi nilai tambahan bagi pelaku usaha yang ingin memulai bisnis kuliner. Adanya legalitas dan keamanan pangan, akan memberi kepercayaan pelanggan dan memudahkan kerjasama. Beberapa dokumen dasar yang ada pada bisnis seperti NIB hingga izin lokasi jika perlu.
Strategi Berbisnis Kuliner Bisa Bertahan
Sobat Flexy, tak bisa kita pungkiri bahwa rasa menjadi pondasi utama saat membuka usaha kuliner. Tetapi, strategi bisnis kuliner juga menjadi penentu bahwa usaha dapat terus berkembang. Tentunya, untuk membangun branding dapat kamu lakukan dengan cara menentukan nama, logo, kemasan, hingga tampilan menu.
Restoran akan memberikan pengalaman dine-in serta memanfaatkan delivery untuk memperluas jangkauan. Sedangkan, usaha rumahan dapat kamu mulai dari online terlebih dahulu. Meskipun demikian, memastikan kanal tetap akan menghasilkan margin sehat setelah komisi, diskon, packaging, dan biaya promosi.
Kesalahan yang Terjadi saat Memulai Berbisnis Kuliner
Sobat Flexy, setelah memahami apa saja yang perlu kamu persiapkan sebelum memulai bisnis. Tentu, ada beberapa risiko dan kesalahan yang kerap terjadi saat menjalankan bisnis kuliner. Bagi pelaku usaha, sangat penting untuk mengetahui kesalahan dan risiko sebelum membangun usaha:
1. Mengikuti Tren Tanpa Memahami Konsumen
Bisnis kuliner memang bersinggungan dengan produk yang viral dengan menarik perhatian pelanggan. Akan tetapi, bisnis sulit bertahan jika permintaanya menghilang atau setelah tren selesai.
2. Meningkatkan Kualitas Bahan Pangan
Bagi pelaku usaha mulai berhati-hati dalam menentukan bahan bahu. Kualitas yang buruk atau terkontaminasi dapat merusak reputasi bisnis dan membahayakan kesehatan pelanggan.
3. Menu Terlalu Banyak
Banyak pelaku usaha yang mencoba memberikan berbagai menu sehingga lupa dengan menu signature. Memiliki banyak menu akan membuat pelaku usaha memasok berbagai stok dan membengkak, sehingga kualitas yang mereka berikan sulit terkontrol.
4. Salah Menentukan Harga Makanan
Pada kenyataannya banyak pelaku usaha yang menghitung harga berdasarkan bahan utama. Di samping itu, banyak hal yang harus pelaku usaha keluarkan seperti gas, listrik, tenaga kerja, kemasan, waste, hingga biaya marketing.
Optimalkan Bisnis Kuliner dengan Tampilan Kemasan Menarik
Sobat Flexy, rasa lezat dari sebuah bisnis kuliner perlu dukungan tampilan produk yang menarik perhatian konsumen. Seperti memilih kemasan yang dapat berfungsi melindungi produk tetapi memperkuat identitas bisnis. Standing pouch menjadi pilihan kemasan untuk berbagai produk kuliner, memiliki tampilan yang praktis dapat disesuaikan dengan kebutuhan bisnis.
Kemasan standing pouch dari FlexyPack tersedia dalam beberapa pilihan bahan aluminium, metalized, nylon, hingga plastik OPP. Kemudian, bagi pelaku usaha yang ingin mempercantik tampilan dapat menambahkan zipper atau degassing valve. Memiliki desain full color dan custom, akan membuat kemasan sesuai identitas visual brand dan konsumen mudah mengenalinya.
Untuk menekan pengembangan bisnis secara bertahap, pilih standing pouch dengan harga terjangkau yang sesuai dengan kebutuhan anggaran usaha. Demikian pula, kemasan bukan hanya menjadi pelindung produk, tetapi dapat menjadi strategi branding untuk mendukung tampilan produk.
Q&A Populer Berbisnis Kuliner
Q: Apakah berbisnis kuliner masih menjanjikan?
A: Masih memiliki peluang karena makanan dan minuman merupakan kebutuhan berulang.
Q: Berapa modal untuk memulai bisnis kuliner?
A: Tidak ada angka yang berlaku untuk semua bisnis. Modal tergantung produk, skala, peralatan, lokasi, tenaga kerja, dan model penjualan.
Q: Bisnis kuliner apa yang cocok untuk pemula?
A: Pilih produk yang proses produksinya dapat distandarisasi, bahan mudah diperoleh, demand dapat diuji, dan tidak membutuhkan terlalu banyak SKU pada tahap awal.








