Sobat Flexy, selain keripik tempe, keripik talas juga merupakan camilan renyah yang berbahan dasar ubi talas yang sudah diiris tipis dan digoreng dan diberi bumbu sesuai selera. Rasa gurih dan tekstur kriuk yang khas membuat camilan ini cocok menemani waktu menonton sekaligus menjadi peluang usaha.
Akan tetapi, ternyata makanan satu ini sering menimbulkan rasa gatal lho! Oleh karena itu, olah talas dengan tepat untuk membantu mengurangi kandungan oksalat dan meminimalkan rasa gatal.
Pernah mencoba membuat keripik talas untuk jadi ide usaha? Faktanya, pemilihan bahan, proses memasak, dan branding memiliki peran penting untuk memulai usaha. Selanjutnya, Sobat Flexy bisa mengikuti cara membuat keripik talas yang gurih dan renyah sebagai ide camilan untuk dijual.
Daftar Isi
Mengapa Talas Menyebabkan rasa Gatal?
Sobat Flexy, talas kaya akan karbohidrat dan dapat diolah menjadi berbagai hidangan. Akan tetapi, di balik manfaatnya, ternyata talas memiliki sifat alami yang memicu rasa gatal pada kulit, mulut, hingga tenggorokan. Faktanya, rasa gatal ini muncul pada proses pengupasan, pengirisan, atau saat mengonsumsinya.
Kandungan Kalsium Oksalat pada Talas
Faktanya, kristal kalsium oksalat yang menyebabkan iritasi ketika bersentuhan dengan kulit, lidah, dan jaringan mulut. Akibatnya, talas dapat menimbulkan rasa gatal jika Sobat Flexy tidak mengolahnya dengan tepat. Melakukan perendaman dengan larutan garam dan perebusan menjadi solusi untuk menurunkan kadar oksalat.
Tips Membuat Keripik Talas Agar Tidak Gatal
Sobat Flexy, ada tips khusus untuk membuat keripik talas tidak bikin gatal. Berikut beberapa cara yang dapat kamu terapkan:
1. Kupas hingga Bagian Putih Hilang
Pertama, bagian kulit ternyata yang paling banyak mengandung getah gatal. Oleh karena itu, pastikan mengupas talas dengan baik dan hilangkan semua bagian kulit.
2. Rendam Menggunakan Garam
Selanjutnya, cuci hingga lendir hilang, lalu rendam irisan talas menggunakan garam. Selain itu, proses perendaman membutuhkan waktu 15 menit atau hingga air berubah warna.
3. Bilas dengan Air Biasa dan Tiriskan
Terakhir, bilas talas yang sudah direndam dalam air garam hingga bersih menggunakan air mengalir. Selanjutnya, tiriskan agar tidak berair lagi.
Resep dan Cara Membuat Keripik Talas
Sobat Flexy, ternyata membuat camilan ini cukup sederhana, hanya membutuhkan beberapa bahan saja. Berikut resep dan cara membuat keripik talas yang dapat kamu coba:
Bahan-bahan:
- 1 kg talas.
- 1 sdm kapur sirih.
- Air panas secukupnya.
- Garam secukupnya.
- Minyak Goreng.
Cara Membuat:
- Pertama, kupas dan iris talas tipis dan jemur di terik matahari selama 3 jam.
- Jika sudah kering, kemudian rendam ke dalam air yang sudah dicampur kapur sirih.
- Lalu, bilas hingga benar-benar bersih.
- Taburi garam secukupnya sebelum digoreng.
- Terakhir, goreng hingga matang dan renyah.
Rahasia Agar Keripik Talas Tetap Renyah
Sobat Flexy, ternyata yang membuat camilan ini renyah ada pada irisan seragam, kadar air rendah, penggorengan, dan penyimpanan dalam kemasan. Saat memulai, iris talas pastikan tidak terlalu tebal dan tiriskan dari rendaman air. Selanjutnya, gunakan minyak yang bersih dengan mempertahankan panas secara konsisten. Kemudian, pastikan untuk mendinginkan keripik sebelum dikemas. Terkadang, uap air pada produk yang hanya akan mengembung dan menyebabkan tekstur melempem.
Resep dan Cara Membuat Keripik Talas
Sobat Flexy, untuk memulai usaha keripik talas tentu membutuhkan resep, perhitungan biaya, kemasan, hingga perizinan. Oleh karena itu, sebelum menjual produk, pastikan untuk melakukan beberapa percobaan untuk memastikan rasa dan kualitas. Kemudian, hitung biaya bahan baku serta kemasan, menggunakan rumus berikut:
Rumus untuk Memulai Usaha
HPP per Kemasan = Total Biaya Produksi ÷ Jumlah Kemasan Layak Jual
Bagi industri rumah tangga, pastikan untuk memenuhi persyaratan seperti mengurus SPP-IRT sesuai dengan ketentuan BPOM.
Tips Jika Memulai Usaha Rumahan
Sobat Flexy, sebelum memulai bisnis dan perhitungan modal, pastikan untuk membuat SOP usaha secara jelas. Misalnya, mulai menentukan jenis talas, ketebalan irisan, waktu perendaman, resep, hingga pengiriman. Proses inilah yang akan membuat usaha dapat bertahan dan berjalan lancar. Tentunya, melakukan uji coba sebelum distribusi dapat meminimalkan risiko seperti kesalahan produksi, kerusakan produk, hingga kualitas yang tidak sesuai standar. Dalam hal itu, membuat konsumen mendapatkan produk yang konsisten dengan rasa yang renyah.
Membuat Keripik Talas Lebih Menarik untuk Dijual
Sobat Flexy, bagi pelaku usaha dengan produk makanan ringan seperti keripik talas tentu perlu mempertimbangkan branding agar produk dilirik oleh pembeli. Dalam hal ini, pemilihan kemasan harus disesuaikan untuk melindungi produk dari kerusakan selama distribusi.
FlexyPack menghadirkan standing pouch yang dapat digunakan sebagai pilihan kemasan untuk membantu branding usaha. Sementara itu, pilihan dengan fitur zipper dapat memudahkan konsumen untuk menutup kembali kemasan yang telah dibuka. Selain itu pilihan desain yang full color dengan material yang sesuai, dapat memperkuat identitas brand.
Kesimpulan
Sobat Flexy, faktanya, keripik talas yang berkualitas dimulai dari pemilihan umbi yang tepat. Selain itu, pelaku usaha perlu memperhatikan pengolahan untuk mengurangi oksalat hingga proses penyimpanannya. Tentunya, pastikan produksi konsisten dengan memperhatikan keamanan produk tetap terjaga, dengan kemasan yang sesuai.
FAQ
Q: Berapa lama kita perlu merendam talas agar tidak gatal?
A: Perendaman air garam selama 30–60 menit dapat menjadi tahap awal pengolahan. Namun, waktu tersebut tidak menjamin seluruh oksalat hilang. Oleh karena itu, masak talas hingga matang sebelum mengolahnya lebih lanjut.
Q: Perlukah merebus talas sebelum menggorengnya?
A: Resep keripik talas tidak selalu menggunakan tahap perebusan. Meski begitu, perebusan dapat membantu mengurangi kandungan oksalat. Sesuaikan metode pengolahan agar talas matang dengan baik dan tetap menghasilkan keripik yang renyah.
Q: Mengapa keripik talas cepat melempem?
A: Keripik talas cepat melempem jika proses penggorengan masih menyisakan banyak air. Selain itu, kemas keripik setelah dingin dan pilih kemasan yang mampu menahan kelembapan agar teksturnya tetap renyah.








