Cara Membuat Makanan Tahan Lama Biar Produk Enggak Cepat Basi

Share on whatsapp
Share on facebook

Cara membuat makanan tahan lama menjadi sesuatu yang cukup membingungkan bagi beberapa produsen. Ada banyak jenis produk yang beredar di pasaran, mulai dari yang berbentuk padat, cair, hingga gas. Lebih khusus untuk produk makanan, bentuk produk yang ada pada umumnya hanya terbagi menjadi produk padat dan cair. Berbagai bentuk dan jenis produk yang tersedia biasanya akan berpengaruh terhadap kualitas dan ketahanan produk.

Berbicara mengenai produk, kita juga pasti akan banyak berbicara tentang kualitas dan ketahanannya. Dalam banyak contoh, kualitas dan ketahanan produk akan sangat memengaruhi harga jual produk. Tidak hanya itu, kelayakan produk untuk bisa dijual di pasaran juga akan berpengaruh ketika kualitas dan produk tidak tahan lama.

Untuk produk makanan, kualitas dan ketahanan makanan sangat memengaruhi kepuasan konsumen. Jika sebuah produk makanan tidak memiliki kualitas yang baik, produk yang ada akan memiliki citra buruk di konsumen. Terlebih jika produk tersebut tidak tahan lama, maka produk akan sangat sulit untuk dipasarkan secara global.

Cara membuat makanan tahan lama memang sangat beragam. Hal ini mungkin menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian oleh para produsen makanan. Setiap produk memiliki cara tersendiri untuk mempertahankan kualitas dan memperpanjang umur simpannya. Namun, sebagai produsen kamu juga bisa memaksimalkan ketahanan produk melalui banyak cara.

Selama ini, mungkin produk yang dianggap cepat basi akan mendapatkan proteksi yang lebih. Misalnya seperti frozen food yang sudah sangat dikenal sebagai makanan yang mudah basi. Padahal di luar dari produk frozen food, produk-produk lain juga memiliki kerentanan untuk tidak tahan lama dan mudah basi.

Di bawah ini, kami merangkum cara yang bisa kamu lakukan untuk membuat makanan tahan lama. Hal yang perlu kamu ingat sebelum mengaplikasikan cara-cara di bawah ini adalah dengan menyesuaikan cara yang ada dengan produk yang kamu jual ya.

1. Memperhatikan udara yang ada pada kemasan

Udara yang ada pada kemasan menjadi hal yang perlu kamu perhatikan loh. Pasalnya, udara bisa menjadi media perkembangan bakteri untuk membuat produk mudah basi. Oksigen yang ada pada kemasan bisa menjadi pemicu bakteri tumbuh, untuk beberapa produk seperti frozen food dan roti, udara menjadi pertimbangan tersendiri.

Hal yang bisa dilakukan untuk menjaga produk frozen food tetap dalam keadaan baik, kamu bisa menggunakan cara pengemasan vacuum. Metode vacuum dalam pengemasan bisa membantu kamu untuk menjaga produk tetap tahan lama dan tidak basi. Cara ini bisa kamu lakukan dihampir semua produk makanan beku (frozen food) sehingga produk makanan tahan lama perlu memerhatikan udara yang ada pada kemasan sehingga tidak merusak produk.

Tidak hanya produk makanan beku, produk keripik juga menjadi produk yang sangat rentan terhadap udara. Masalah yang sering dihadapi oleh keripik adalah bentuknya Dalam menyiasati hal ini, kamu bisa menggunakan nitrogen untuk mencegah produk keripik teroksidasi. Oksigen sebagai zat yang reaktif akan sangat mungkin untuk merusak keripik.

Keberadaan nitrogen pada keripik akan membantu dan menjaga produk keripikmu memiliki umur simpan yang lebih panjang. Atau setidaknya membantu produk untuk tetap memiliki umur simpan dan daya tahan yang semestinya.

2. Menyegel kemasan dengan benar

Cara membuat makanan tahan lama juga bisa kamu mulai dari cara penyegelan yang kamu lakukan. Selama ini tahap penyegelan menjadi nilai yang sangat penting untuk menunjang kualitas dan ketahanan produk. Tidak sedikit produk yang sebenarnya menjadi rusak selama proses distribusi maupun ketika dalam proses penjualan karena proses penyegelan yang tidak rapat.

Menyegel kemasan dengan benar bisa memberikan pertahanan yang lebih baik karena produk terlindungi secara maksimal. Untuk memberikan proteksi maksimal tersebut, kamu perlu memerhatikan alat penyegel yang kamu gunakan. Pasalnya, beberapa alat penyegelan bisa sangat memengaruhi hasil penyegelan.

Sebagai contoh, jika produk kamu memiliki bahan kemasan plastik yang cukup tebal, maka hindari penggunaan mesin segel yang memiliki segel cukup tipis. Segel yang tipis ini biasanya tidak mampu memberikan perlindungan yang cukup maksimal. Bahkan, bisa saja segel langsung terbuka dengan mudah.

Baca juga: Ide Membuat Camilan Enak! Cocok Untuk Usaha Rumahan

Apapun jenis produkmu, kamu tetap perlu memberikan perhatian yang lebih terhadap proses penyegelan. Pastikan plastik yang akan kamu segel sudah dalam keadaan bersih dan tidak meninggalkan minyak atau kotoran lain pada bagian yang akan kamu segel. Kamu juga perlu untuk memerhatikan plastik agar tidak terlipat dan tidak miring untuk satu sisi saja.

3. Pemilihan plastik yang benar

Tahukah kamu jika bahan plastik akan sangat menentukan ketahanan produk kamu loh. Sebagai contoh, produk kopi bubuk bisa bertahan cukup lama jika menggunakan kemasan aluminium daripada dengan menggunakan nylon. Setiap produk memang memiliki keunikan dan ciri khasnya tersendiri. Komposisi yang ada pada setiap produk memberikan perbedaan dalam pengemasannya.

Untuk mendapatkan makanan yang kualitasnya tahan lama dan tetap terjaga, kamu bisa menggunakan bahan kemasan plastik yang sesuai dengan produk yang kamu jual. Bahan kemasan plastik aluminium, dan nylon menjadi dua bahan kemasan yang sangat kami rekomendasikan.

Bahan plastik kemasan yang tepat dan sesuai dengan produknya akan memungkinkan kamu untuk mendapatkan produk yang lebih tahan lama. Ketika bahan plastik kemasan yang kamu gunakan sudah tepat, kamu bisa mengkolaborasikannya dengan penyegelan yang tepat.

4. Menjaga kebersihan selama proses packing

Proses packing atau pengemasan yang kamu lakukan mungkin bisa menjadi faktor lain yang menyebabkan produk kamu mudah rusak. Mungkin kamu sudah menggunakan bahan baku yang tepat untuk produk kamu, tapi hal ini tidak bisa menjamin jika produk akan selalu tahan lama jika kamu tidak memerhatikan proses pengemasan.

Pabrik atau tempat produksi, kebersihan sangatlah penting untuk kamu perhatikan karena tanpa sadar, kebersihan pabrik atau tempat produksi menjadi hal yang menunjang efektivitas. Produk kamu bisa terkontaminasi atau bahkan ikut tercemar jika lingkungan yang ada juga tidak mendukung.

Beberapa langkah preventif yang bisa kamu lakukan misalnya dengan menggunakan sarung tangan dan penutup rambut untuk setiap pegawai, rutin membersihkan ruang pengemasan dan penyimpanan, membersihkan peralatan dengan benar, hingga menjaga suhu ruangan tetap dalam keadaan stabil.

Kamu juga perlu memerhatikan suhu penyimpanan produk. Jangan meletakkan produk pada tempat yang terlalu kering, lembab, basah, hingga terpapar sinar matahari. Kuncinya, kamu perlu mengenali produkmu dengan baik sehingga kamu bisa menentukan suhu yang terbaik untuk produkmu. Letakkan produk pada suhu yang sesuai, bahkan kamu juga bisa memberikan penjelasan penyimpanan yang ideal pada kemasan.

Kesimpulan

Cara membuat makanan tahan lama mungkin menjadi tantangan tersendiri bagi para pengusaha. Beberapa cara tersebut bisa menjadi opsi yang menarik untuk kamu gunakan supaya makanan tetap bertahan lama tanpa mengurangi cita rasa dan kualitasnya. Hindari untuk menggunakan bahan pengawet makanan.

Produk yang tahan lama tidak hanya memberikan hal yang bagus untuk konsumen, namun juga bisa berdampak baik untuk siklus bisnis kamu. Dengan produk yang mampu bertahan lama, kamu bisa mengirimkan dan menjajakan produk ke banyak lokasi terjauh sekalipun. Akibatnya, target market pun juga lebih luas daripada jika kamu hanya menggunakan satu cara penjualan saja.

Berita Lainnya