Sobat Flexy, keripik pisang adalah camilan dari buah pisang yang diiris dan digoreng hingga kering dan renyah. Pisang sendiri merupakan jenis tumbuhan yang mudah kita temukan di Indonesia.
Ternyata, buah pisang memiliki banyak manfaat yang baik untuk tubuh serta memiliki rasa manis. Akan tetapi, pisang sering menjadi berbagai makanan, salah satunya keripik pisang.
Faktanya, banyak jenis pisang yang sering kita temukan, tetapi tidak semua cocok untuk jadi olahan keripik. Selain itu, camilan ini cocok jadi ide usaha lho! Berikut resep dan perhitungan modal untuk memulai usaha keripik pisang.
Resep Keripik Pisang Cokelat

Sobat Flexy, membuat keripik pisang ternyata sangat mudah hanya membutuhkan beberapa bahan saja. Berikut resep sederhana yang dapat kamu coba:
Bahan-bahan
1 sisir buah pisang kepok mentah.
150 gram bubuk cokelat.
350 gram gula.
1 liter minyak goreng.
Cara Membuat:
Pertama, kupas pisang dan iris tipis atau sesuai selera.
Kemudian, panaskan minyak dan goreng pisang hingga kekuningan.
Selanjutnya, jika sudah matang angkat dan tiriskan, tunggu hingga sedikit dingin.
Terakhir, campurkan cokelat bubuk dan gula, kocok hingga rata dalam wadah tertutup.
Mengapa Keripik Pisang Kurang Renyah dan Melempem?
Sobat Flexy, faktanya, saat memasak pisang seringkali menemukan berbagai masalah. Berikut beberapa masalah yang kerap terjadi dan solusinya:
Masalah | Penyebab | Solusi |
Keripik keras | Irisan yang terlalu tebal | Gunakan pengiris agar seragam |
Berminyak | Minyak kurang panas | Goreng secara bertahap dan tiriskan |
Cepat melempem | Kadar air yang masih tinggi | Dinginkan terlebih dahulu |
Mudah hancur | Irisan terlalu tipis | Sesuaikan irisan dan ruang kemasan |
Bagaimana Cara Memulai Bisnis Keripik Pisang dari Nol?

Sobat Flexy, sebelum memulai usaha camilan pisang, ada baiknya untuk memperhatikan beberapa hal agar berjalan dengan baik dan profesional.
1. Mempersiapkan Modal Awal
Pertama, untuk skala rumahan dapat memperhitungkan modal awal sekitar Rp500.000-Rp1.000.000 untuk bahan baku hingga kemasan. Bahkan, jika kamu memiliki alat-alat dapur, maka modal jauh lebih hemat.
2. Pilih Pisang Berkualitas untuk Bahan Baku
Selanjutnya, jenis pisang ternyata memiliki pengaruh untuk tekstur dan kualitas dari keripik. Misalnya, pisang kepok menjadi pilihan yang tepat karena tekstur padat dan tidak mudah hancur saat proses penggorengan.
3. Kuasai Teknik Mengolah Keripik Pisang
Kemudian, jika hasil keripik renyah dan tidak berminyak, maka pelajari cara penggorengan. Sebagai contoh, gunakan minyak dalam jumlah banyak atau teknik deep frying pada suhu stabil dan pastikan untuk meniriskan.
4. Kembangkan Varian Rasa yang Menarik
Selain itu, melakukan eksperimen dengan berbagai rasa, biasanya beberapa keripik hanya menyajikan rasa asin atau manis. Akan tetapi, banyak pelanggan yang menyukai variasi rasa unik, contohnya balado, keju, cokelat, pedas manis, hingga matcha.
5. Tampilan Kemasan Menarik
Terakhir, kemasan menjadi faktor penting untuk menarik perhatian pembeli, bagi pelaku usaha dapat memilih standing pouch. Tentunya, tambahkan informasi pada kemasan yang dapat membuat pembeli mengenali produk.
Menghitung HPP untuk Harga Jual yang Menguntungkan
Sobat Flexy, harga pokok produksi (HPP) merupakan biaya yang akan kamu keluarkan untuk menghasilkan produk siap jual. Berikut rumus perhitungan:
HPP per Kemasan = Total Biaya Produksi ÷ Jumlah Kemasan Layak Jual
Sebagai contoh, simulasi total biaya produksi Rp400.000 dan menghasilkan 50 kemasan, HPP per kemasan adalah Rp8.000. Apabila produk yang dijual dengan harga Rp15.000, selisihnya mencapai Rp7.000 per kemasan. Akan tetapi, angka tersebut belum sepenuhnya menjadi keuntungan bersih karena perlu memperhitungkan biaya pemasaran dan pengeluaran lain.
Strategi Penjualan Keripik Pisang yang Menarik

Sobat Flexy, memasarkan keripik pisang tentu membutuhkan strategi agar produk banyak yang mengenali. Berikut beberapa langkah promosi yang dapat kamu lakukan:
- Promosikan Produk melalui Media Sosial
Pertama, media sosial menjadi alat pemasaran yang efektif, buat akun khusus untuk bisnis. Selain itu, gunakan platform seperti Instagram, TikTok, dan Facebook dengan memposting foto produk yang menarik dan informatif.
- Bangun Toko Online untuk Penjualan
Selanjutnya, website dan toko online akan mempermudah pelanggan yang jauh dari lokasi untuk membeli, sekaligus memberikan kesan profesional. Tentunya, optimalkan website atau toko online dengan memberi foto dan deskripsi yang lengkap.
- Pasarkan Produk di Toko dan Pasar Lokal
Kemudian, pasar dan toko lokal menjadi pilihan strategi untuk menjual keripik. Mencari lokasi yang ramai pengunjung atau menitipkan barang di toko oleh-oleh akan memperkenalkan produk pada pembeli.
- Ikuti Pameran dan Bazar untuk Memperluas Pasar
Terakhir, mengikuti acara festival, pameran, dan bazar memberi kesempatan untuk memperkenalkan produk ke calon pembeli. Tentunya, jika mengikuti acara tersebut, siapkan stok dan buat brosur untuk dibagikan ke pengunjung.
Tips Menjalankan Bisnis Keripik Pisang agar Sukses
Sobat Flexy, tentunya menjalankan keripik pisang tidak mudah, bagi pelaku usaha perlu memperhatikan kualitas bahan baku hingga strategi pemasaran.
Pertahankan Kualitas Produk: Pastikan camilan selalu renyah dengan cita rasa yang konsisten setiap produksi.
Dengarkan Masukan Konsumen: Tentunya, mendengarkan masukan konsumen dapat menjadi bahan evaluasi.
Tentukan Harga Jual yang Tepat: Selanjutnya, hitung seluruh biaya produksi agar menutup pengeluaran dan memberi keuntungan.
Kembangkan Inovasi Produk: Kemudian, coba untuk menghadirkan varian rasa baru atau menggunakan kemasan yang menarik.
Bangun Branding Perusahaan: Terakhir, gunakan nama merek atau logo yang unik dan kemasan menarik agar pembeli mudah mengingat.
Apa Jenis Kemasan yang Tepat untuk Keripik Pisang?

Sobat Flexy, sebaiknya memilih kemasan untuk keripik pisang yang dapat membatasi masuknya kelembapan dengan melindungi produk. Tentunya, pilihan yang tepat untuk kemasan keripik pisang adalah standing pouch dari FlexyPack. Terdapat berbagai material pilihan, dari aluminium, nylon, economy OPP dan metalized.
Tentunya, FlexyPack menghadirkan fitur yang dapat membantu produk tetap terjaga, seperti zipper, dan memudahkan konsumen untuk menutup kembali kemasan setelah terbuka. Selain itu, desain full color akan memperkuat identitas brand.
Q&A
Q: Pisang apa yang paling cocok untuk keripik?
A: Pisang kepok, tanduk, nangka, dan kapas cocok digunakan. Untuk penggorengan biasa, pilih buah yang sudah tua tetapi belum matang agar mudah diiris dan menghasilkan tekstur garing.
Q: Berapa modal untuk memulai usaha keripik pisang?
A: Modal bergantung pada kapasitas produksi, bahan, alat, tenaga kerja, dan kemasan. Hitung biaya satu batch percobaan terlebih dahulu agar kebutuhan modal lebih realistis.
Q: Bagaimana menjaga keripik pisang tetap renyah saat dijual?
A: Pastikan keripik matang dan kering, tiriskan minyaknya, dinginkan sebelum dikemas, serta gunakan kemasan dengan perlindungan kelembapan dan segel yang sesuai.

Komentar
0