Sobat Flexy, pernahkah kamu memperhatikan ada dua merek kopi lokal yang menjual biji kopi dengan kualitas yang hampir sama? Kamu pasti memiliki persepsi yang berbeda terhadap kedua produk tersebut, entah dari ukuran, kemasan, dan lain-lain. Perbedaan terbesar bukan terletak pada produknya, tetapi pada positioning yang berhasil merek tersebut bangun di mata pelanggan.
Dalam dunia bisnis, positioning bisa menentukan bagaimana pelanggan mengingat, mengenali, dan membedakan sebuah merek. Artikel ini membahas apa itu positioning, jenis-jenisnya, strategi menyusunnya, hingga sudut pandang yang masih jarang orang bahas. Yaitu bagaimana kemasan menjadi alat penting untuk membangun positioning sebuah brand.
Daftar Isi
Pengertian Positioning Menurut Para Ahli
Sobat Flexy, positioning adalah strategi menempatkan merek, produk, atau layanan pada posisi yang unik di benak konsumen. Dengan begitu, produkmu memiliki identitas yang jelas dibandingkan kompetitor. Dengan kata lain, penempatan bukan tentang lokasi produk di rak toko, melainkan tentang pandangan pelanggan yang muncul ketika mendengar nama sebuah merek. Definisi ini menjadi dasar dari berbagai teori marketing modern.
Menurut Kotler & Keller, positioning merupakan proses merancang penawaran dan citra perusahaan agar mendapatkan tempat yang bermakna dalam hati pelanggan. Sementara itu, Tjiptono menekankan bahwa positioning bertujuan menciptakan persepsi berbeda melalui atribut atau manfaat yang pelanggan anggap penting. Hasan melihat positioning sebagai strategi membangun nilai unggul yang konsisten. Sementara itu, Al Ries & Jack Trout memperkenalkan positioning sebagai pertarungan di hati pelanggan, bukan sekadar persaingan produk.
Secara Sederhana Positioning Artinya Apa?
Bayangkan hati pelanggan seperti sebuah peta kota. Setiap merek berusaha mendapatkan alamat yang mudah diingat. Ketika seseorang mendengar kata kopi premium, mungkin langsung teringat satu merek tertentu. Saat mendengar air mineral pegunungan, muncul merek lain. Itulah positioning, tempat yang berhasil sebuah merek tempati dalam ingatan pelanggan.
Positioning vs Branding: Apakah Sama?
Sobat Flexy, positioning menentukan persepsi pelanggan ke merek, sedangkan branding mengomunikasikan persepsi tersebut ke pelanggan. Jadi mereka saling berkaitan namun memiliki fungsi yang berbeda. Berikut tabel perbandingannya agar kamu lebih jelas memahaminya:
| Aspek | Positioning | Branding | Segmentasi |
| Fokus | Persepsi | Identitas | Target pasar |
| Tujuan | Dibedakan | Dikenali | Menentukan audiens |
| Pertanyaan | Ingin terkenal sebagai apa? | Ingin terlihat seperti apa? | Siapa konsumennya? |
| Contoh | Premium | Logo & warna (Visual) | Generasi Z |
Misalnya, sebuah brand snack ingin dikenal sebagai camilan yang sehat dan premium. Positioningnya adalah healthy premium snack. Sementara itu, merek ini mewujudkan brandingnya melalui warna hijau alami, tipografi elegan, cerita bahan organik, hingga kemasan yang terlihat bersih dan eksklusif. Target utamanya adalah Generasi Z yang gemar mengonsumsi camilan dan peduli terhadap kesehatan.
Mengapa Positioning Penting bagi Bisnis?
Sobat Flexy, saat ini persaingan semakin ketat, sehingga bisnis membutuhkan diferensiasi produk agar bisa terlihat menonjol di mata pelanggan.Setiap hari, puluhan pilihan produk selalu menghadapi pelanggan, sehingga mereka cenderung memilih produk yang sudah mereka kenal. Maka dari situlah positioning menjadi fondasi dari sebuah strategi pemasaran kamu. Adapun alasan lainnya mengapa strategi penempatan penting untuk bisnis, antara lain:
- Produk dengan karakter jelas lebih sulit pesaing tiru dibandingkan produk yang hanya bersaing lewat harga.
- Komunikasi pemasaran antara merek dan pelanggan menjadi lebih konsisten karena semua materi promosi memiliki pesan yang sama.
- Penempatan merek memperkuat top of mind awareness, yaitu kemampuan sebuah merek muncul pertama kali ketika pelanggan memikirkan produk tertentu.
Sebagai contoh, dua produsen kopi menjual produk yang serupa. Brand A memosisikan diri sebagai kopi premium dan instagramable, sedangkan Brand B sebagai kopi harian yang ekonomis untuk mahasiswa. Keduanya bisa sukses karena tidak berebut persepsi yang sama.
Jenis-Jenis Positioning Produk
Sobat Flexy, strategi positioning tidak selalu berhasil dan cocok untuk satu bisnis. Mungkin kamu pernah merasakannya sendiri, sebuah brand mencoba mengadaptasi penempatan pesaing, namun berakhir gagal. Cara terbaik untuk menerapkannya bergantung pada dua hal, yaitu siapa target pasarmu dan bagaimana karakter produkmu. Selain itu, nilai apa yang ingin kamu bangun kepada pelanggan juga menentukan strategi yang tepat. Kamu bisa melihat tabel berikut untuk mengetahui jenis-jenis positioning produk:
| Jenis Positioning | Penjelasan | Contoh |
| Atribut produk | Menonjolkan fitur unik | Kopi single origin |
| Harga & kualitas | Premium atau ekonomis | Snack premium |
| Manfaat | Fokus pada solusi | Minuman rendah gula |
| Pengguna | Menargetkan segmen tertentu | Kopi untuk pekerja |
| Kompetitor | Menawarkan alternatif | Lebih praktis dari botol |
| Kategori | Menjadi pionir kategori | Sambal siap saji premium |
Bagi UMKM, kombinasi manfaat, kualitas, dan desain (tampilan) biasanya menjadi strategi paling efektif.
Bagi UMKM, kombinasi manfaat, kualitas, dan desain (tampilan) biasanya menjadi strategi paling efektif. Pasalnya, kombinasi ini lebih mudah masuk ke ingatan pelanggan dan meninggalkan impresi yang kuat.
Cara Membuat Positioning Statement
Sobat Flexy, kamu tidak perlu memulai dari hal besar, seperti merombak bisnismu secara keseluruhan. Kamu bisa memulai dengan membuat slogan sederhana yang bisa membekas di hati pelanggan. Berikut langkah-langkah membuat positioning statement yang bisa kamu coba:
1. Kenali Target Pasar
Siapa pelanggan utama kamu? Mahasiswa, keluarga, pasangan muda atau pecinta kopi? Semakin spesifik targetnya, semakin mudah membangun pesan yang relevan.
2. Analisis Kompetitor
Perhatikan bagaimana pesaing menampilkan produk, menentukan harga, hingga mendesain kemasan. Cari ruang yang belum banyak kompetitor isi, bukan sekadar meniru apa yang sudah ada.
3. Identifikasi Unique Value Proposition
Tentukan satu alasan utama mengapa orang harus memilih produkmu. Jangan mencoba unggul di semua aspek sekaligus, fokus dalam satu hal dulu.
4. Rumuskan Positioning Statement
Contoh formula sederhana yang bisa kamu gunakan: Untuk [target pelanggan], merek kami adalah [kategori] yang menawarkan [manfaat utama], karena [alasan yang membedakan].
Untuk pecinta kopi rumahan, Merek X adalah kopi lokal premium yang menghadirkan pengalaman café di rumah. Pengalaman ini terwujud melalui biji kopi pilihan dan kemasan berkualitas tinggi.
5. Uji Konsistensi pada Semua Touchpoint
Website, media sosial, marketplace, hingga kemasan harus menyampaikan pesan yang sama. Konsistensi adalah kunci agar penempatan benar-benar tertanam di hati dan ingatan pelanggan.
Peran Kemasan dalam Membangun Positioning Produk
Sobat Flexy, inilah bagian yang sering terlupakan. Banyak artikel membahas positioning dari sisi iklan dan brandingnya, tetapi mengabaikan fakta bahwa kemasan adalah silent salesman. Yang berarti penjual yang bekerja tanpa berbicara dan basa – basi.
Ketika pelanggan melihat produkmu untuk pertama kali, mereka pastinya belum pernah merasakan isi produknya. Yang mereka lihat hanyalah warna, material, finishing, bentuk, dan kualitas cetak dari kemasannya. Semua elemen tersebut langsung membentuk persepsi apakah produk terlihat premium, ramah lingkungan, praktis, atau ekonomis.
Studi Kasus Sederhana
Bayangkan ada dua produk granola lokal dengan harga yang sama. Produk pertama menggunakan plastik transparan tanpa identitas kuat. Produk kedua memakai standing pouch doff dengan visual desain yang natural dan informasi nutrisi yang tertata rapi dan lengkap. Sebagian besar pelanggan akan menganggap produk kedua lebih premium, bahkan sebelum mencicipinya dan melihat harganya.
Di sinilah peran FlexyPack menjadi penting. Melalui pemilihan material, kualitas cetak, hingga jenis kemasan seperti standing pouch, sachet, atau roll stock. Sebuah brand dapat mendapatkan positioning yang membekas di hati dan ingatan pelanggan. Konsultasikan kebutuhan kemasanmu dengan Flexypack sekarang juga! FlexyPack siap membantumu unggul dari pesaing melalui cetak plastik kemasan yang kami rancang sesuai karakter brand kamu.
Kesimpulan
Sobat Flexy, positioning bukan sekadar teori pemasaran, melainkan keputusan strategis tentang bagaimana kamu ingin diingat oleh pelanggan. Ketika kamu merancang penempatan dengan jelas, seluruh aktivitas bisnis menjadi lebih terarah. Mulai dari desain produk, komunikasi promosi, hingga pengalaman pelanggan.
Bagi bisnis F&B dan UMKM, kemasan menjadi media yang paling nyata untuk menerjemahkan penempatan tersebut. Desain yang tepat, material berkualitas, dan hasil cetak yang konsisten mampu mengubah produk biasa menjadi merek yang terasa lebih bernilai.
FAQ
1. Apa bedanya positioning dan branding?
Positioning adalah persepsi yang ingin dibangun di benak konsumen, sedangkan branding adalah cara mengomunikasikan persepsi tersebut melalui identitas visual dan pengalaman merek.
2. Apa contoh positioning yang paling sederhana?
Contoh sederhana adalah sebuah brand kopi yang dikenal sebagai “kopi premium lokal”. Kalimat tersebut sudah menunjukkan kategori, target persepsi, dan nilai yang ditawarkan.
3. Bagaimana cara mengetahui positioning sudah tepat?
Jika pelanggan dapat menjelaskan merek kamu dengan satu atau dua kata yang sesuai dengan tujuan bisnis, berarti positioning mulai berhasil. Misalnya: premium, praktis, sehat, atau ramah lingkungan.
4. Apakah UMKM perlu strategi positioning?
Sangat perlu. Justru UMKM lebih membutuhkan positioning agar tidak terjebak bersaing hanya melalui harga dan mampu membangun identitas yang berbeda.
5. Apakah kemasan memengaruhi positioning?
Ya. Kemasan merupakan salah satu touchpoint pertama yang membentuk persepsi kualitas, sehingga berperan besar dalam memperkuat positioning sebuah produk.







